Cerita Inspirasi

Mastha Tarida Magdalena Sitinjak

A24100194

Laskar 12

Cerita inspirasi orang lain.

Ibuku adalah seorang guru sekolah  dasar. Ibu lahir dan tumbuh Tapanuli Utara dan disana pula ibu menyelesaikan  pendidikan spg dan setelah itu  ditugaskan di Surabaya. Walaupun pada saat itu gaji guru sangatlah sedikit namun ibuku tetap memilih untuk menjadi guru. Saat itu keluarga kami susah untuk makan karena ayahku hanya seorang supir yang memiliiki pendapatan yang tidak tetap, namun ibuku tetap tidak menyesal Karena telah menjadi guru. Ibu sangat bangga menjadi guru. Walau setiap hari ibu harus jalan kaki menuju sekolah ibu tetap senang menjalaninya. Ibu pun harus menghadapi sikap anak-anak kecil yang kadang – kadang menjengkelkan namun ibu tetap harus sabar walaupun terkadang ibu juga pernah memarahi muridnya maklum gurukan juga manusia. Dengan gajinya pada saat itu yang kecil selain terhimpit masalah kebutuan yang menghimpit ibu juga harus menyekolahkan 5 anaknya sampai ke universitas Hingga kakakku bisa lulus kuliah semua. Ibu tidak ingin massa depan anaknya terhalang hanya karena masalah uang maka dari itupun kakakku juga turut membantu ibu dengan berjuang mendapatkan beasiswa dari universitasnya. Akhirnya kakakku pun lulus kuliah dan telah bekerja sekarang. Hingga kehidupan kami saat ini tidak buruk seperti dulu. Ibu sangat senang karena jaman sekarang guru telah dihargai oleh pemerintah sehingga ada sertifikasi untuk menambah upah guru. Sehingga banyak generasi muda saat ini berlomba-lomba untuk menjadi guru. Tidak jauh dengan ibu beliau juga ingin anaknya memiliki pekerjaan yang sama dengannya menjadi guru. Aku pun ingin menjadi seorang dosen karena melihat perjuangan ibu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. aku pun ingin menjadi seperti ibu menjadi seorang pahlawan tanpa tanda jasa, walau banyak orang sekelilingku mengatakan bahwa gaji dosen sangat kecil namun aku tetap ingin, karena jika tidak ada yang ingin mejadi dosen maka nanti siapa yang mengajar anak-anak dimasaa yang akan datang.

Mastha Tarida Magdalena Sitinjak

A24100194

Laskar 12

Cerita inspirasi.

Saya adalah murid lulusan SMAN 16 Surabaya. Saat SMA saya sangat tidak suka dengan pelajaran fisika. Itu dikarenakan pelajarannya yang susah dimengerti bagi saya dan gurunya yang sangat tegas. Sewaktu kelas satu saya mendapatkan guru yang baik namun saya tidak mengerti dengan setiap apa yang diajarkannya sehingga tertanam oleh saya bahwa fisika itu adalah pelajaran yang sangat susah. Lalu ketika penjurusan saya berhasil masuk ke kelas IPA dan bertemu dengan fisika lagi. Guru yang saya dapatkan kali ini sangat tegas dan disiplin sekali, hal ini semakin membuatku tidak menyukai fisika. Namun jika hal ini berlanjut terus hingga kelas tiga maka saya bisa-bisa menjadi calon siswa yang tidak lulus dari sma, maka akhirnya saya mencoba mengubah paradigma saya mengenai fisika. Hal tersebut saya mulai dengan sering membaca dan melakukan tugas-tugas yang diberi oleh guru, meskipun susah saya harus mengerjakannya dengan tersenyum karena kata guruku mengerjakan sesuatu harus dengan tersenyum agar terasa ringan. Akhirnya semua tugas kukerjakan walau dengan senyuman yang memaksa. Setelah naik ke kelas tiga walau nilai fisika ku tidak ada peningkatan saya tetap berjuang dengan keras, hari ketika saya ulangan fisika saya sempatkan juga unuk berpuasa, belajar dengan keras dan berdoa, hal ini saya lakukan agar mendapat nilai yang baik. Akhirnya setelah banyak proses yang saya alami, saya mendapatkan nilai yang baik ketika ulangan itu sangat membanggakan buat saya. Walaupun tidak sangat bagus namun hal itu sangat memuaskan karena saya dapat mengerjakan ulangan fisika dengan lancar dan mendapatkan nilai baik. Ini saya jadikan inspirasi untuk bekal hidup saya nantinya bahwa lakukanlah sesuatu dengan bersungguh-sungguh dan tidak putus asa karena sebuah kesuksesan membutuhkan proses , pengorbanan, dan perjuangan untuk mendapatkanannya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment